Oleh Fiolita Berandhini, S.H

Saat ini mungkin kamu sedang memastikan untuk tidak menambah banyak mil karbon dalam perjalanan ke dan dari tujuan liburan Anda, seperti dengan membuat penerbangan se-ramah lingkungan mungkin, tetapi bagaimana jika kamu menikmati pemandangan baru dan ingin menjelajah sebanyak yang kamu bisa di negara baru?

Pertama, mari kita bahas beberapa alasan untuk bepergian ramah lingkungan. Satu alasan yang jelas adalah bahwa itu lebih baik untuk planet kita. Emisi CO2 dari penerbangan, mobil, dan moda transportasi lainnya berkontribusi signifikan terhadap pemanasan global. Konsekuensi dari pemanasan global sangat berbahaya. Dari hilangnya keanekaragaman hayati hingga banjir kota-kota besar, ada banyak alasan untuk ingin mencegah hal ini.
Selain meggunakan akomodasi ramah lingkungan, ada banyak cara lain untuk mengurangi dampak perjalananmu terhadap lingkungan. Berikut adalah cara mudah untuk melakukan perjalanan ramah lingkungan :

  1. Kurangi menggunakan Pesawat terbang
    Cara terbaik untuk mengurangi emisi CO2 adalah tidak terbang. Tetapi jikamemang harus terbang, yang terbaik adalah menghindari terbang terlalu banyak jarak pendek berturut-turut. Dari semua cara transportasi yang berbeda, penerbangan jarak pendek menyebabkan polusi paling banyak per kilometer.
    Jadi, hindari persinggahan. Persinggahan hanya akan membuat perjalanan lebih lama, yang berarti lebih banyak kilometer, lebih banyak bahan bakar, dan lebih banyak emisi CO2.
    Cobalah beralih menggunakan kereta api/kapal laut jika anda ingin berlibur. Selain memberikan sensasi berbeda dan lebih menyenangkan karena anda dapat menikmati keindahan alam selama perjalanan, anda juga berkontribusi banyak menyelamatkan lingkungan.
  2. Gunakan kelas ekonomi jika harus bepergian dengan menggunakan pesawatKamu mungkin tidak pernah memikirkannya, tetapi terbang dengan kelas ekonomi sebenarnya lebih baik daripada kelas bisnis. Selebaran kelas bisnis menciptakan jejak karbon yang jauh lebih besar daripada selebaran ekonomi. Pertama-tama, kelas bisnis mengambil banyak ruang fisik, sementara kelas ekonomi membawa lebih banyak orang dan dengan demikian jauh lebih efisien. Kedua, pikirkan apa yang diperlukan untuk menjalankan semua lounge bandara, spa, dan fasilitas mewah. Jumlah air yang digunakan dan jumlah limbah yang mereka hasilkan secara signifikan lebih tinggi daripada kelas ekonomi.
  1. Menebeng
    Menumpang adalah cara bagus untuk berbagi biaya bensin, mengurangi emisi CO2, dan mengenal orang baru. Dan kamu tidak perlu berdiri di sisi jalan dengan selembar karton di tanganmu di tengah hujan, berharap seseorang akan menjemputmu.
  2. Bepergian dengan menggunakan agen perjalanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan
    Memilih agen perjalanan dan akomodasi ramah lingkungan adalah cara lain untuk memastikan perjalananmu seramah mungkin. Juga perhatikan bahwa meskipun perjalanan berkontribusi terhadap emisi karbon, perjalanan juga dapat memiliki pengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.
  3. Naik Bis
    Saat melakukan perjalanan jarak pendek sekitar 350 mil, bus mengeluarkan 60 pon karbondioksida, yang kurang dari kereta api (sekitar 189 pon), mobil hibrida (sekitar 222 pon) dan mobil lain. Jadi, naiklah bus jika kamu ingin berkeliling! Seperti halnya menggunakan pesawat untuk transportasi, pastikan bus tersebut penuh karena bepergian dengan lebih banyak orang akan menurunkan jejak karbon per penumpang.
  4. Kereta-an lebih asik dalam menikmati pemandangan
    Jika pilihannya adalah antara terbang atau naik kereta, pilihlah yang terakhir. Terbang dianggap cara yang paling tidak ramah lingkungan untuk bepergian, jadi cobalah naik kereta. Kereta api dapat memancarkan polusi udara hingga 85 persen lebih sedikit daripada pesawat, sementara menggunakan 70 persen lebih sedikit energi.
  5. Naik mobil, tapi jangan sendirian!
    Hindari bepergian sendirian dengan mobil atau menggunakan kendaraan yang lebih besar. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science and Technology, melakukan perjalanan 1000 km sendirian dengan mobil besar dapat menghasilkan hingga 250kg karbon dioksida! Di sisi lain, perjalanan kereta api atau bepergian dengan beberapa orang dengan mobil kecil hanya menggunakan 50kg karbondioksida per pelancong.