March 28, 2026

Cerita yang Tidak Pernah Sampai ke Permukaan

Di bawah permukaan air, ada kehidupan yang jarang kita anggap sebagai kehidupan. Ikan, krustasea, dan sefalopoda hadir dalam keseharian kita; di pasar, di meja makan, dalam produk industri, namun hampir tidak pernah sebagai individu. Mereka tidak disebut dengan nama, tidak dikenali sebagai makhluk yang memiliki pengalaman, dan tidak ditempatkan dalam lingkar empati yang sama seperti hewan darat. Ketidakhadiran ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari cara kita membingkai mereka: sebagai “sumber daya”, sebagai bagian dari “laut”, sebagai sesuatu yang ada untuk dimanfaatkan.

Beneath the Surface hadir untuk memecah cara pandang tersebut. Zine ini adalah ruang kolektif yang berusaha mengangkat realitas eksploitasi dan pembunuhan hewan akuatik dalam sistem penangkapan dan budidaya perairan. Namun lebih dari itu, zine ini adalah upaya untuk menggeser perspektif dari melihat “spesies” menjadi melihat individu; dari “komoditas” menjadi kehidupan.

Setiap tahun, ribuan miliar hewan akuatik dibunuh. Jumlah ini menjadikan mereka sebagai kelompok hewan yang paling banyak dieksploitasi oleh manusia. Namun, penderitaan mereka berlangsung jauh dari perhatian publik. Banyak yang mati perlahan di udara terbuka setelah ditangkap, dibedah saat masih sadar, atau mengalami kerusakan tubuh akibat perubahan tekanan ekstrem dari laut dalam. Di sisi lain, dalam sistem budidaya, mereka hidup dalam ruang sempit, padat, dan penuh penyakit kondisi yang menghapus hampir seluruh kemungkinan kehidupan yang layak.

Mengapa ini jarang dipertanyakan?

Salah satu jawabannya terletak pada jarak. Hewan akuatik tidak hidup berdampingan dengan kita di darat. Mereka tidak memiliki ekspresi wajah yang mudah kita baca, tidak bersuara dengan cara yang kita pahami. Karena itu, mereka sering kali tidak dianggap mampu merasakan padahal penelitian menunjukkan sebaliknya. Mereka memiliki sistem saraf, respons terhadap rasa sakit, bahkan kemampuan sosial yang kompleks. Namun karena mereka tidak “terlihat seperti kita”, penderitaan mereka menjadi lebih mudah diabaikan.

Zine ini mengambil posisi yang jelas: hewan akuatik adalah individu yang dapat merasakan. Kami mengajak pembaca untuk menghadapi kenyataan yang selama ini tersembunyi. Bukan dengan pendekatan yang menjauhkan seperti sekadar “menyelamatkan laut” melainkan dengan mendekatkan: melihat satu per satu kehidupan yang terdampak oleh sistem industri yang masif.

Dalam proses kurasinya, zine ini menempatkan narasi sebagai hal yang krusial. Karya-karya yang terpilih bukan hanya yang kuat secara visual atau estetika, tetapi juga yang mampu menghadirkan hewan akuatik sebagai subjek, bukan objek. Sebuah upaya sadar untuk menghindari bahasa yang mereduksi, dan menggantinya dengan bahasa yang mengakui keberadaan.

Pada saat yang sama, zine ini juga menyadari kompleksitas dunia nyata. Ada komunitas yang bergantung pada praktik penangkapan ikan sebagai sumber penghidupan. Karena itu, percakapan tentang mengakhiri eksploitasi tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab kolektif untuk menciptakan transisi yang adil melalui dukungan ekonomi, pelatihan ulang, dan perubahan sistem yang tidak meninggalkan siapa pun di belakang. Fokus utama tetap diarahkan pada sumber penderitaan terbesar: industri perikanan skala besar dan budidaya massal.

Pada akhirnya, ini adalah pertanyaan tentang keadilan. Jika kita sepakat bahwa penderitaan yang tidak perlu seharusnya dihindari, maka kita perlu mempertanyakan kembali hubungan kita dengan hewan akuatik. Bukan hanya sebagai bagian dari ekosistem, tetapi sebagai individu yang memiliki kepentingan untuk hidup, bebas, dan tidak disakiti.

 


Download Full Zine (PDF)

SHARE THIS POST

Kebijakan Data Privasi

Kami menghargai privasi Anda. Pelajari bagaimana kami mengumpulkan, menggunakan, dan melindungi data pribadi Anda.